Boyolali, Selasa 13 Mei 2025 — Dalam semangat ukhuwah dan perjuangan membangun peradaban Islam melalui jalur pendidikan, Pondok Pesantren Itqan Al-Qur’an Al-Salmaniyah, Teras, Boyolali, mendapat kunjungan istimewa dari Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA, beserta istri dan keluarga. Kunjungan ini merupakan bagian dari silaturrahim antar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap tumbuhnya pesantren-pesantren mandiri di berbagai daerah.
Kedatangan Prof. Siswanto dan rombongan disambut hangat oleh Pembina Yayasan Itqan al-Qur’an Al-Salmaniyah, Prof. Dr. H. Abdul Matin bin Salman, bersama istri beliau, Ummi Zahro, S.Ag. Hadir pula Pengasuh Pondok, Kyai Syahirul Alim, S.Ag., Al-Hafidz, Ketua Pembangunan Pondok, Mas Rubadi Syams, serta keluarga besar pesantren. Rombongan turut dihadiri oleh Dr. Luqman Faurani, M.Ag dan istri, serta Dr. H. Taufiq Wijaya—yang semuanya merupakan bagian dari jaringan alumni Gontor yang aktif mendampingi berbagai inisiatif dakwah dan pendidikan.
Dalam suasana hangat dan penuh rasa persaudaraan, Prof. Siswanto menyampaikan sejumlah pesan mendalam sebagai bentuk nasihat dari senior kepada para juniornya yang tengah merintis jalan panjang perjuangan pesantren. Ia mengingatkan bahwa membangun pesantren adalah pekerjaan seumur hidup yang menuntut kesungguhan, istiqamah, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai ujian lahir dan batin.
“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Ia adalah rumah besar umat, tempat lahirnya pemimpin dan pelayan masyarakat. Maka membangun pesantren berarti menyiapkan generasi pembaru—dan itu dimulai dari ketulusan niat dan keseriusan langkah,” tutur Prof. Siswanto.
Beliau juga berpesan agar dalam merintis pesantren, para pendiri dan pengasuh tidak hanya fokus pada aspek infrastruktur atau kurikulum, tetapi lebih utama lagi pada pembangunan jiwa: membentuk ruhul ikhlas, budaya kerja kolektif, dan karakter kemandirian.
“Membangun pesantren itu seperti menanam pohon kurma—lama tumbuhnya, dalam akarnya, dan lambat berbuah. Tapi ketika berbuah, manfaatnya luas dan keberkahannya panjang,” tambahnya dengan penuh hikmah.
Saat ini, Pondok Pesantren Itqan Al-Qur’an Al-Salmaniyah tengah dalam fase awal pembangunan, dengan fokus pada program tahfizh Al-Qur’an, pendidikan karakter, dan pelatihan keterampilan hidup. Dukungan dari para tokoh dan senior alumni Gontor seperti Prof. Siswanto menjadi penyemangat moral dan spiritual bagi keluarga besar pondok dalam menapaki jalan panjang perjuangan ini.
Kegiatan kunjungan diakhiri dengan doa bersama, diskusi santai, serta jamuan kekeluargaan sebagai bentuk rasa syukur atas pertemuan yang sarat makna dan inspirasi ini.

