Petuah untuk Para Santri ITQAN AL-QUR’AN AL-SALMANIYAH
Jika engkau telah mendapatkan ridha-Nya, maka segala sesuatu menjadi ringan; dan segala yang berada di atas tanah pada akhirnya hanyalah tanah.
Terinspirasi dari syair yang dinisbatkan kepada Rābi‘ah al-‘Adawiyyah, saya bernasihat pada diri sendiri dan para santri Itqan:

Wahai para santriku…
Munaẓarah bukan sekadar estafet membaca ayat, bukan pula sekadar menguji siapa yang paling banyak hafalannya. Di balik setiap ayat yang kalian lantunkan, ada latihan kesabaran, ketelitian, keberanian, kedisiplinan, dan keikhlasan.
Jangan merasa malu ketika bacaan kalian dikoreksi.
Jangan merasa rendah ketika hafalan kalian belum sempurna.
Jangan pula merasa tinggi ketika hafalan kalian lebih banyak daripada saudara kalian.
Sebab, tujuan utama seorang santri bukanlah dipuji manusia karena bagus bacaannya, tetapi memperoleh ridha Allah melalui kesungguhan dalam belajar.
Rabi‘ah al-‘Adawiyyah mengajarkan:
“Andai engkau telah ridha kepadaku, maka tidaklah penting siapa yang tidak menyukaiku.
Jika hubungan antara aku dan-Mu baik, maka segala hubungan yang lain menjadi ringan.”
Maka, benahi hubunganmu dengan Allah melalui Al-Qur’an.
Ketika membaca, hadirkan keikhlasan.
Ketika menghafal, hadirkan kesabaran.
Ketika dikoreksi, hadirkan kerendahan hati.
Ketika berhasil, hadirkan syukur.
Dan ketika gagal, jangan berhenti berusaha.
Munaẓarah adalah tempat kita belajar bahwa Al-Qur’an tidak hanya harus dihafal oleh lisan, tetapi juga harus membentuk adab dan jati diri qur’ani.
Jadilah santri yang kuat hafalannya, benar bacaannya, luas ilmunya, rendah hatinya, disiplin amalnya, dan ikhlas niatnya.
Karena pada akhirnya,
yang akan kita bawa bukan banyaknya pujian manusia, melainkan seberapa dekat kita dengan Allah dan seberapa baik Al-Qur’an hidup dalam diri kita.
“Jika benar hubunganmu dengan Allah, maka segala sesuatu selain-Nya menjadi kecil, bahkan tak terasa. Dan segala yang ada di atas tanah, pada akhirnya akan kembali menjadi tanah.”
Selamat bermunaẓarah, wahai para penjaga Kalamullah.
Baca dengan benar, hafalkan dengan sabar, terima koreksi dengan lapang, dan niatkan semuanya untuk mencari ridha Allah.

